Awal Mula Rusaknya Kehidupan Seks Pasutri

Awal Mula Rusaknya Kehidupan Seks Pasutri
Liputan6.com, Jakarta Salah satu masalah akbar yang dapat mengancam keharmonisan rumah tangga adalah kehidupan seks yang tidak sehat dan tidak senang. Salah satunya adalah pria ataupun oleh wanita tidak mampu menawarkan kepuasan kepada ranjang.

Bagi pria, masalah yang seringkali ditemukan adalah difungsi ereksi atau ketidakmampuan penis untuk ereksi aporisma, yakni membesar maupun menegangnya indera kelamin kepada pria. Kondisi ini bukan hanya mengganggu kondisi fisik, namun jua psikis pasangan dan bisa menjadi awal mula rusaknya kehidupan pasangan suami-istri kepada ranjang.

Pada usia lanjut atau kepada atas 50-an, pria biasanya akan mengalami gangguan disfungsi ereksi atau ereksi tidak sekuat saat masih belia. Jika begitu, bagaimana para pria yang masih belia atau baru membentuk rumah tangga? Apakah bisa mengalami disfungsi ereksi? Jawabannya Bisa.

Ada sejumlah penyakit yang menyebabkan pria terkena disfungsi ereksi, baik sementara maupun permanen. Kenali semenjak dini daftar penyakit penyebab disfungsi ereksi demi menjaga keharmonisan rumah tangga dan kehidupan ranjang Knda.

1. Peyronie

Pria mempunyai penis yang bengkok baik ke kiri atau ke kanan saat ereksi masih dibilang normal. Namun seandainya penis bengkok itu menimbulkan rasa sakit, sebagai akibatnya menciptakan Knda sulit bekerjasama seksual atau panjangnya berkurang, Knda usahakan mencari dokter. Knda tak akan pernah tahu penis bengkok Knda itu bisa jadi karena penyakit Peyronie (1).

Penyakit Peyronie menciptakan penis bengkok saat ereksi. Gangguan ini terjadi kepada 1 hingga 3 % pria (2). Dan bagi pria yang terkena penyakit ini, hanya sejumlah mini yang memerlukan operasi atau menyebabkan impotensi. Kondisi tadi ternyata kebanyakan mempengaruhi pria berusia 40 tahun, meski itu bisa terjadi kepada usia berapa pun.

Jika kasusnya telah parah, penis yang bengkok bisa menciptakan korelasi seks jadi sulit, menyakitkan, bahkan mustahil dilakukan. Tak heran penyakit Peyronie ini bisa menyebabkan disfungsi ereksi.

2. Hipertensi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi tidak hanya mengganggu kegiatan fisik sehari-hari penderita, namun jua mengganggu kehidupan seksnya. Hal ini disebabkan obat-obat untuk menurunkan tekanan darah tinggi menganggu kemampuan penis untuk ereksi, misalnya obat golongan diuretik (seperti hidroklorotiazid) dan betabloker (seperti atenolol) (3).

3. Penyakit Jantung Koroner

Penyakit jantung adalah kelainan yang terjadi akibat pembuluh darah tidak dapat memompa darah menuju jantung untuk mengedarkan oksigen dan sari-sari masakan ke seluruh organ tubuh. Pria yang mempunyai penyakit jantung, sistem peredaran darahnya tidak lancar. Hal ini mempengaruhi peredaran darah dalam jaringan erektil sebagai akibatnya penis tidak mampu ereksi aporisma (4).

4. Kanker

Penggunaan obat-obatan penyembuh kanker (saluran kencing atau prostat) yang mengandung anti-androgen dapat menyebabkan disfungsi ereksi. Cara kerja obat anti-androgen terbukti dapat melawan kanker, tapi cara kerjanya dapat mengganggu produksi hormon pria dan menciptakan ereksi penis tidak aporisma (5).

5. Diabetes Melitus

Penyakit ini jua menawarkan kontribusi bagi penyebab disfungsi ereksi kepada seorang pria. Pengidap diabetes umumnya mempunyai tenaga kepada bawah level normal karena glukosa dalam darah tidak mampu diubah menjadi tenaga. Hal ini tentunya dapat mengganggu kegiatan seksual dan penis tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Penderita diabetes taraf tinggi malah terancam mengalami amputasi seandainya terkena luka dalam yang sulit disembuhkan (6, 7).

6. Stroke Iskemik

Penyakit stroke kebanyakan terjadi kepada pria lanjut usia, namun jua bisa terjadi kepada pria-pria usia belia. Stroke ditandai bareng penyumbatan atau pembekuan pembuluh darah menuju otak. Aliran darah yang terhambat ini dapat mempengaruhi sistem jaringan darah dan fungsi organ tubuh lainnya, termasuk fungsi seksual pria. Akibat stroke adalah tidak berfungsinya sebagian anggota tubuh (8, 9).

Selain enam penyakit kronis kepada atas, jangan lupakan faktor psikis pria. Tekanan hidup yang berat dan ketidakpercayaan diri dapat menyebabkan pria mengalami stres akibatnya menciptakan gairah bekerjasama intim menjadi menurun dan bahkan hilang. Jika Knda mempunyai masalah seputar kehidupan seks, jangan ragu untuk berkonsultasi bareng dokter dan pakar kesehatan. Di dunia serba digital saat ini, Knda bisa berkonsultasi secara online.

Website tinggalminta.com salah satu tempat yang bisa Knda manfaatkan untuk menemukan liputan awal tentang disfungsi ereksi. Tak hanya itu saja, Knda jua bisa menguji seberapa keras penis mampu berereksi. Tinggalminta.com, solusi awal masalah disfungsi ereksi.

Referensi:
1. The Healthline Editorial Team. Understanding ED: Peyronies Disease.
2. What is Peyronies Disease?
3. High Blood Pressure and Erectile Dysfunction (ED).
4. Rodriguez JJ, Dashti RA, Schwarz ER. Linking erectile dysfunction and coronary artery disease. International Journal of Impotence Research. 2005,7;S12-S18
5. Androgen Deprivation Therapy (ADT).
6. Diabetes & Erectile Dysfunction.
7. Diabetes and Amputation.
8. Nursalim A. Waspadalah! Stroke Mengincar Usia Lebih Dini.
9. www.strokeassociation.org

WIDVIA0816069/03

(Adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp chat