Disfungsi Ereksi

Disfungsi Ereksi
Ialah suatu gejala kelainan seksual berupa ketidakmampuan (maaf) alat kelamin laki2 buat melakukan penetrasi dalam (maaf lagi) alat kelamin wanita dalam dikala akan melaksanakan "tugasnya" (sumber: www.kirakira.com)
Hal ini bisa mengganggu keharmonisan di dalam sebuah tempat tinggal tangga. Itu pasti.

Nah, pagi ini saya tidak ingin bicara soal kontak suami istri secara terbuka karena bisa kena UU Pornografi & UU ITE. Ngga banget!!!

Saya hanya gelisah melihat keadaan negara ini yang menurut saya telah semakin tidak HARMONIS. Semacam timbul disfungsi birahi d dalam tata pengelolaan & penyelenggaraan negara ini. Terlalu banyak bukti ketidakharmonisan itu.

Lihat saja bagaimana rakyat yg seharusnya dilindungi oleh negara secara ekonomi, politik, aturan, budaya, keamanan, kenyamanan,dll. Untuk kerennya saya sebut saja bahwa hak asasi insan rakyat Indonesia telah terabaikan.

Secara ekonomi: rakyat harus mendapat begitu saja kenaikan harga2 bahan pokok yg tejadi setiap dikala, tidak hanya dikala memasuki bulan Ramadhan yg biasanya menjadi kambing hitam pembenaran kenaikan harga. Harga2 kebutuhan hayati semakin tidak terjangkau. Rakyat menjerit, elit politik & birokrasi tuli & bisu. Kasihan.

Secara politik: atas nama aspirasi rakyat para elit politik kita menguras uang negara yg merupakan sumbangan rakyat buat memenuhi kebutuhan kenikmatan mereka, sebut saja kata 'dana aspiras' yg besarnya 15M per anggota dewan/tahun. Yg syahdan akan dipakai buat menyerap aspirasi konstituen di dapil masing anggota dewan. Dan yg paling hangat ialah "tempat tinggal aspirasi" berupa dana buat sewa tempat tinggal bagi para elit ini (baca: anggota dewan yg -maaf- tidak terhormat krn telah mencederai hati rakyat dengan ketamakan mereka) sebesar lebih dr 200juta/tahun. Bagi mereka mungkin saja uang 200juta tidak seberapa, bagaimana dengan mbah Marijah yg ngga punya beras sejak seminggu yg berarti telah memulai laku puasa lebih awal dari sebagian besar umat Muslim? Makan aja ngga bisa? Dan dikala ini saya rasa semakin besar jumlah rakyat misalnya mbah Marijah yg puasa lebih awal krn kenaikan harga bahan pokok yg gila2an. Kalau ngurusi dana Century yg 7T para elit itu semangat, tp buat ngurusi sekilo beras yg kini rata2 4ribu/kilo mereka ngga akan tertarik. Apakah secara politis mereka -para elit ini- ngga punya kuasa buat mengingatkan kewajiban pemerintah (eksekutif) buat menjaga stabilitas harga? Apakah saya patut curiga kalo mereka pula "berjualan" dgn eksekutif di tengah kesulitan ekonomi yg menimpa sebagian rakyat Indonesia ini? Mereka tuli, mereka bisu karena beras mereka harganya diatas 10rb/kilo & dibayari pemerintah, DENGAN UANG RAKYAT.

Secara aturan: telah jamak di negeri ini (yg dlm puisi Adhie Masardi dijudulkan NEGERI PARA BEDEBAH) bahwa rakyat mini yg bikin kesalahan "mini" dieksekusi lebih berat secara moral & psikologis daripada para koruptor yg hanya ditampilkan di TV lalu kasusnya menghilang ditimpa perkara lain misalnya video mesum teman saya. Contoh saja perkara nenek2 yg kedapatan ngambil 3 butir buah kakao yg jatuh dari pohon lantas dengan cepat diproses buat dijatuhi denda 3 bulan penjara. Apa karena menurut polisi, jaksa & hakim (Yudikatif)perkara ini ngga timbul duitnya maka segera aja dijatuhkan vonis? Sementara kalo timbul perkara KAKAP didesain lama agar sempat tawar munawar eh menawar? Wallahu Alam. Lagi2 rakyat mini hrs mengurut dada yg tipis & tinggal tulang belulang. Mereka -para Yudikat ini- telah tuli, bisu & buta lagi hati nuraninya.

Keamanan? Sama saja. Sebenarnya siapa sih penegak aturan di negara ini? Para Yudikat+Satpol PP itu atau sindikat Ormas yg mengatasnamakan kepercayaan & etnis? Mengapa polisi misalnya mambiarkan mereka melakukan tindakan anarkis yg menimpa rakyat Indonesia yg sah bahkan pula sesama pemeluk kepercayaan? Apalagi terhadap mereka yg dicap PKI? Dimana rasa safety bernegara di negeri para bedebah ini? (Maaf saya sangat cinta Indonesia tp ngga bisa misalnya mas Pong Harjatmo corat coret gedung dewan)

Masih banyak lagi rasa ketidakadlian yg tumbuh subur, yang mencederai nurani rakyat negeri ini. Tapi pemerintah (eksekutif) & para elit bangsa ini misalnya tidak malaksanakan fungsinya dengan sungguh2. Apakah mereka mengalami disfungsi birahi?

Hahaha saran saya, segeralah periksakan diri masing2 ke dokter andrologi atau konsultan kontak tempat tinggal tangga agar tempat tinggal tangga bangsa ini balik  serasi.

Wassalam.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp chat