Gangguan Psikologis Bisa Menyebabkan Disfungsi Ereksi

Gangguan Psikologis Bisa Menyebabkan Disfungsi Ereksi
Hubungan seksual yang harmonis merupakan satu dari kunci dari utuhnya rumah tangga pasangan suami istri. Tetapi sayangnya menurut massachussets male aging study, hampir 52% dari pria dalam rentang usia 40 sampai 72 tahun mengalami gangguan disfungsi ereksi baik yang ringan, sedang atau berat, dimana masalahini sanggup memicu ketidakharmonisan rumah tangga atau bahkan berujung pada perceraian.

Disfungsi ereksi, atau biasa orang umum menyebutnya impotensi atau lemah syahwat merupakan ketidakmampuan yang menetap pada seorang pria untuk mencapai atau mempertahankan ereksi yang adekuat untuk melakukan hubungan seksual yang memuaskan.

Banyak hal yang sanggup menimbulkan terjadinya disfungsi ereksi, antara lain faktor psikologis, neurogenic, hormonal, pembuluh darah, imbas obat-obatan, adanya penyakit lain yang mendasari seperti diabetes dll. Tetapi menurut International Society of Impotence Research pada tahun 1950, hampir 90% dari penyebab disfungsi ereksi merupakan faktor psikologis.

Ada beberapa cirri-ciri yang mudah dikenali untuk mengidentifikasi apakah Disfungsi ereksi yang dialami ditimbulkan oleh faktor psikologis atau faktor-faktor lainnya, antara lain:

1.Disfungsi ereksi yang ditimbulkan oleh faktor psikologis timbulnya mendadak dan didahului oleh bencana tertentu, contohnya sehabis terjadi perceraian atau ditinggal pasangan, stress sebab di PHK dari tempat kerja, atau sebab adanya bencana-bencana lain yang menimbulkan tekanan kejiwaan.

2.Dsifunfsi ereksi yang situasional, yaitu disfungsi timbul bila hendak melakukan aktivitas beserta wanita tertentu, namun sanggup ereksi kembali andai saja hendak bekerjasama beserta wanita yang lain. Atau seringkali penderita sanggup ereksi maksimal saat masturnasi atau menontonfilm porno, akan namun Mr. P kembali lemas pada saat akan melakukan senggama.

3.Ereksi Nokturnal atau Ereksi yang timbul pada saat bangun pagi masih cukup kuat, akan namun pada siang hari ereksi menurun atau bahkan sama sekali tidak sanggup ereksi.

4.Difungsi ereksi yang ditimbulkan oleh faktor psikologis ini selalu bekerjasama beserta beserta ansietas, ketakutan, perasaan bersalah, tekanan atau tata cara-tata cara agama.

Jadi andai saja anda mengalami disfungsi ereksi namun masih ada membuktikan-membuktikan seperti diatas, anda jangan langsung tergiur untuk mencoba obat-obat kuat yang banyak tersebar dipasaran tanpa belum diketahui kebenaran khasiat obat tadi. Tetapi anda sanggup periksa ke dokter urologi atau dokter andrologi untuk mendapatkan terapi lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp chat