Hobi Begadang Waspadalah, Impotensi Mengintai Anda!

Hobi Begadang Waspadalah, Impotensi Mengintai Anda!

Bagi anda yang selama ini getol sekali tidur larut malam, atau mungkin anda memiliki kebiasaan tidur menjelang pagi, mulai saat ini usahakan anda memperbaiki kebiasaan tersebut. Sesibuk apapun dan sebanyak apapun pekerjaan anda, hendaknya anda tetap memperhatikan kualitas tidur anda. Tubuh anda tetap memerlukan waktu istirahat yang cukup. Tidur artinya salah satu kebutuhan hayati yang harus dipenuhi. Untuk orang dewasa, waktu tidur yang diperlukan artinya 7 sampai 9 jam setiap hari.

Apakah waktu tidur anda saat ini sudah tercukupi? Apakah anda telah memiliki kualitas tidur yang baik? Bagi anda yang hobi begadang, berhati-hatilah! Karena ternyata kualitas tidur yang buruk tidak saja menurunkan konsentrasi dan penurunan produktifitas kerja anda, namun pula berpotensi buruk terhadap sistem kerja alat vital anda.

Dalam sebuah penelitian teranyar di Mount Sinai Medical Center, New York City, bagi anda para pria yang tidak memiliki waktu waktu tidur yang cukup, akan dapat berpengaruh terhadap vitalitas seksual dan beresiko terkena impotensi. Temuan ini merupakan keterangan buruk bagi para pria, baik yang hobi bergadang maupun yang punya kasus tidur terutama Obstructive Sleep Apnea (OSA) atau henti napas saat tidur. Meski waktu tidurnya cukup, OSA menghasilkan kualitas tidur berkurang sehingga sama saja mirip kurang tidur.

Hubungan antara kualitas tidur yang buruk dengan impotensi alias disfungsi ereksi terungkap dalam sebuah penelitian. Penelitian tersebut melibatkan 870 pria dewasa dengan usia rata-rata 47 tahun. Dari jumlah tersebut, 63% di antaranya memiliki kualitas tidur yang buruk yang akan terjadi menderita OSA. Setelah disesuaikan dengan berbagai faktor risiko termasuk kegemukan dan kebiasaan merokok, penderita OSA 2 kali lebih rentan impotensi dibandingkan peserta yang lain.

Hasil penelitian tersebut memang tidak menjelaskan apakah OSA sebagai pemicu impotensi, ataukah sebaliknya impotensi yang memicu OSA. Namun keduanya saling terkait. Para peneliti kemudian menyarankan agar penderita impotensi pula harus diperiksa kualitas tidurnya.

OSA merupakan gangguan tidur yang serius, dimana pernapasan berhenti selama tidur karena terjadi penyumbatan dalam saluran pernafasan. OSA terjadi saat otot-otot di bagian belakang tenggorokan mengalami rileks, namun jumlahnya terlalu banyak. Otot-otot ini merupakan struktur pendukung langit-langit lunak, anak lidah – amandel dan lidah. Ketika otot-otot rileks mengakibatkan jalan pernafasan menyempit atau menutup. Akibatnya penderita sering mendengkur. Hal ini terjadi selama 10 sampai 20 detik dan dapat menurunkan tingkat oksigen dalam darah.

Orang yang mengalami OSA akan terbangun dan merasa sesak napas dalam beberapa detik. Selain itu pula mendengus, tersedak atau suara terengah-engah. Pola ini dapat berulang 5 sampai 30 kali bahkan lebih dalam setiap jam, sepanjang malam. Gangguan ini mengganggu seseorang untuk beristirahat dengan tenang. Perlu diketahui bahwa penderita OSA tidak menyadari bahwa tidur mereka terputus. Bahkan, banyak orang dengan tipe ini berpikir mereka tidur nyenyak sepanjang malam. Gejala seseorang menderita OSA artinya tidur mendengkur, kantuk di siang hari yang berlebihan (hipersomnia), tiba-tiba terbangun dengan sesak napas dan sering buang air kecil di malam hari dan kesulitan untuk tetap tidur (insomnia).

Jika anda ingin memiliki porsi tidur yang cukup atau menginginkan kualitas tidur yang baik, hendaknya 2 jam sebelum tidur, hindari rokok dan minuman beralkohol. Rokok pula merupakan stimulan bagi pusat syaraf manusia yang menghasilkan susah tidur. Minuman beralkohol mungkin saja menghasilkan Anda cepat tidur tapi ini malah mengakibatkan kerap terbangun di malam hari.

Selain itu hindari makan besar 2 jam sebelum waktu tidur. Karena hal ini akan menghasilkan anda tidak nyaman saat berbaring, akibatnya anda akan susah terlelap. Dan yang terpenting artinya tenangkan pikiran anda. Jangan terlalu banyak memikirkan kasus saat menjelang tidur malam.

Semoga anda tidur nyenyak malam ini. Selamat bermimpi indah.

**************

Sumber: DetikHealth

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp chat